Minggu, 11 Maret 2012

Persamaan dan Perbedaan Landasan Filosofis Menurut Ki Hajar Dewantara dan Jhon Dewey.

    Persamaan Landasan Filosofis menurut Ki Hadjar Dewantara dan Jhon Dewey
    Ki hadjar Dewantara dan Jhon Dewey dalam landasan filosofisnya tentang pendidikan sama-sama mengemukakan bahwa dalam pendidikan guru harus bisa menempatkan diri dalam perannya sebagai seorang pendidik. Harus mampu menjaga interaksinya tidak hanya antara pendidik dengan anak didik, melainkan antara pendidik (yang juga bagian dari masyarakat) dengan masyarakat sekitarnya.
    Terbukti seperti asas pendidikan yang diungkapkan oleh Ki Hadjar Dewantara, yaitu Tut Wuri Handayani yang artinya mempunyai makna yang erat tentang peran dan fungsi guru yakni sebagai pendorong atau motivator, Ing Madya mangunkarsa yang artinya guru dapat menempatkan diri secara setara dengan murid dengan tidak berlaga menjadi seorang yang lebih, serta dapat menjadi seorang fasilitator (menciptakan peluang) bagi para muridnya, dan yang terakhir Ing Ngarsa Sung Tulada yang artinya guru berperan sebagai model atau memberi teladan kepada murid.
    Kemudian seiring dengan ungkapan yang dikemukakan oleh Jhon Dewey, bahwa guru harus dapat menempatkan diri dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan dan kegiatan siswa, serta dapat memilih bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan. Yang bertujuan agar manusia terdidik yang akan lahir dapat sesuai dengan yang diharapkan masyarakat kebanyakan, memiliki makna yang sama seperti yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara.

    Persamaan Landasan Psikologis menurut Ki Hadjar Dewantara dan Jhon Dewey
    Dalam landasan psikologisnya kedua pakar pendidikan ini sama-sama mengemukakan bahwa apabila siswa ingin berhasil dalam pendidikannya, siswa tersebut harus menjadi siswa yang aktif dan memiliki usaha yang kuat atau jelasnya siswa harus memiliki perilaku yang baik. Seperti yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan yang ‘baik’ itu dapat diartikan sebagai tingginya keterampilan vokasional yang dapat memberi penghasilan untuk meningkatkan mutu kehidupannya. Sementara yang dikemukakan oleh Jhon Dewey perkembangan atau kemajuan-kemajuan yang dialami anak sebagian besar terjadi karena usaha belajar, baik berlangsung melalui proses peniruan, pengingatan, pembiasaan, pemahaman, penerapan, maupun pemecahan masalah.

     Perbedaan Landasan Filosofis menurut Ki Hadjar Dewantara dan Jhon Dewey   
    Yang membedakan pandangan keduanya tentang landasan filosofisnya adalah Ki Hadjar Dewantara terlalu berpandangan yang probabilistik atau fenomeonal terhadap pendidikan, salah satu contohnya beliau mengatakan bahwa pendidikan perlu didasari pada nilai-nilai kemerdekaan asasi. Padahal apabila dilihat kenyataannya, kemerdekaan asasi belum tentu dapat menjamin seseorang bisa mendapatkan suatu pendidikan yang baik.
    Sementara itu Jhon Dewey dengan pandangannya yang deterministik atau relisme memandang bahwa pendidikan yang baik itu didasari oleh kurikulum yang baik sebagai pondasi suatu pendidikan. Dewey memberi perumpamaan dengan sebuah bangunan yang apabila pondasinya tidak kuat, maka yang akan runtuh adalah bangunanya. Begitu pula dengan pendidikan, apabila kurikulumnya sudah salah diawal, maka yang akan ambruk adalah manusianya.
    Kesimpulan
    Bahwasannya landasan filosofis yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara dan Jhon Dewey ini sama-sama menekankan pada pendidikan yang mempunyai dasar kurikulum yang kuat untuk menopang pendidikan yang baik yang diberikan kepada para anak didik, dan bagaimana cara untuk menjadi seorang pendidik yang baik dalam perannya. Agar bukan saja menjadi seseorang yang hanya mentransfer ilmu melainkan dapat menjadi seseorang yang dapat berguna bagi kehidupan orang banyak.
    Sementara itu landasan psikologis yang dikemukakan oleh kedua pakar ini lebih condong kepada bagaimana peran anak didik agar dapat menjadi orang yang lebih baik dengan perilaku baik yang mereka miliki, agar dapat menunjang perkembangan pendidikan yang akan mereka peroleh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar