Minggu, 11 Maret 2012

Job Analysis

Job Analysis

    Analisis pekerjaan merupakan proses yang sistematis dari menghimpun informasi dari tugas, kewajiban dan tanggung jawab dari pekerjaan tertentu.
Analisis pekerjaan menyediakan suatu ringkasan kewajiban dan tanggung jawab pekerjaan, hubungan dengan pekerjaan lain, pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan, dan kondisi kerja dibawahnya pekerjaan tersebut dilaksanakan.
    Kegunaan informasi analisis pekerjaan:
•    Untuk menetapkan basis rasional bagi struktur kompensasi.
•    Mengevaluasi bagaimana tantangan-tantangan lingkungan mempengaruhi pekerjaan individual.
•    Menghapuskan persyaratan kerja yang dapat menyebabkan diskriminasi personalia.
•    Untuk merencanakan kebutuhan-kebutuhan SDM diwaktu yang akan datang.
•    Memadukan lamaran-lamaran dan lowongan-lowongan pekerjaan.
•    Mengembangkan rencana-rencana pengembangan karyawan potensial.
•    Menempatkan para karyawan pada pekerjaan yang sesuai.
•    Membantu revisi struktur organisasi.
•    Memperkenalkan para karyawan dengan pekerjaan barunya.
•    Memperbaiki aliran kerja.
•    Memberikan data sebagai fungsi saluran komunikasi untuk menetapkan garis promosi dalam semua departemen dan organisasi.

    Yang melakukan job analisis adalah:
•    Pakarjob analysis
•    Job Analyserdariluar
•    Supervisor
•    Manager
•    Individuyang sungguhmemahamiorang-orang, pekerjaandankeseluruhansistemorganisasi.

    Aspek pekerjaan job analisis:
•    Keluaran pekerjaan (penyusunan staff, penetapan standar dan tujuan kerja, evaluasi nilai kerja).
•    Aktivitas yang dilaksanakan (tujuan perancangan kerja, struktur organisasi, persyatan kerja dan jalur karir, kebutuhan pelatuhan dan pengembangan, perencanaan tinjauan kerja).
•    Kompetensi (definisi persyaratan kerja untuk seleksi, penempatan, jalur karir, rencana desain organisasi, kebutuhan pelatihan).
•    Struktur balas jasa (administrasi gaji).

    Tahap-tahap analisis pekerjaan
•    Tahap persiapan analisis pekerjaan
Tahap ini meliputi 2 hal yaitu identifikasi pekerjaan dan penyusunan daftar pertanyaan. Tahap persiapan adalah pemutusan tentang informasi yang harus diperoleh agar hasilnya optimal.
•    Tahap pengumpulan data
Tahap pengumpulan data memerlukan 5 teknik yaitu
  1. Observasi : metode ini merupakan pendekatan melalui pengamatan visual secara langsung terhadap karyawan. Namun dirasa kurang baik karena lambat, mahal, dan kurang akurat. Pada dasarnya, metode ini paling baik apabila diterapkan pada pekerjaan sederhana.
  2. Wawancara : metode ini dirasa sangat efektif karena langsung bertatap muka dengan karyawan dan mempunyai kemampuan untuk membuktikan ketepatan informasi.  
  3. Kuisioner : metode ini memungkinkan banyak pekerjaan yang dapat dikerjakan karyawan dengan biaya yang relatif murah. Namun kurang akurat, karena salah mengartikan pertanyaan-pertanyaan.
  4. Logs : metode ini mirip dengan kuisioner. Dimana individu memegang posisi diminta untuk memberikan informasi. Namun kelemahannya, antara lain tidak menunjukkan data penting seperti kondisi kerja.
  5. Kombinasi : metode ini menggabungkan teknik observasi dan wawancara karena dapat memberikan informasi yang lengkap dan akurat.
•    Tahap penyempurnaan data
Dalam hal ini, analisis perlu memisahkan data yang berguna dan tidak berguna lalu mereview informasi yang telah terkumpul bersama personalia yang bersangkutan dengan pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar